Senin, 07 Oktober 2013

mengapa harus kreatif?


KREATIFITAS bukanlah sesuatu yang given, melainkan sebuah keterampilan yang dapat dilatih dan dimunculkan. Namun ketika tumbuh dewasa, manusia cenderung menjadi tidak kreatif. Hal ini bisa terjadi karena rutinitas kerja, faktor lingkungan, dan mungkin memang tidak tahu bagaimana caranya mengasah kreativitas. Yoris Sebastian---pakar kreativitas Indonesia---

Siapa Yoris? 

Banyak hal yang bisa diteladani dari sikap Yoris. Anda bisa cek link yang satu ini.

Kalau Anda masih muda berarti kesempatan untukemngembangkan kreatifitas begitu besarrrrrrrrr dan luassssssssssssss..... So, jangan pelit dengan otak kita. Jangan malas dan mudah putus asa!. 

Semakin sering kita mengolah otak, semakin hebat hidup kita.

Kamis, 04 April 2013

Yahoo membeli aplikasi Summly, yang dibuat oleh remaja asal London berusia 17 tahun

Yahoo mengumumkan membeli aplikasi Summly yang dibuat remaja asal London berusia 17 tahun . Ia bahkan disebut majalah ”Forbes” sebagai salah satu dari ”30 entrepreneur berusia di bawah 30 tahun” yang perlu diperhatikan.

Bagi remaja yang ingin menjadi entrepreneur, juga orangtua mereka, berita penjualan Summly yang spektakuler mengecilkan hati sekaligus menimbulkan kekaguman. Reaksi Brian Wong (21), salah satu pendiri Kiip, perusahaan periklanan di internet, mengundang senyum, ”Saya merasa tua!”

Pada usia lima tahun, D’Aloisio terpesona sistem galaksi dan Matahari sehingga ia hafal seluruh konstelasi. Usia sembilan tahun, ia mendapat komputer pertama. Pada usia 10 tahun, ia tertarik mengutak-atik peranti lunak pembuat film. Ia belajar coding (pemrograman) secara otodidak pada usia 12 tahun.

Sebelum Summly, ia membuat aplikasi lain untuk smartphone, termasuk SongStumblr, program pencari musik di internet, dan Facemood, program yang mampu memperkirakan suasana hati pengguna lewat status terbarunya di Facebook.


Selengkapnya lihat di
http://tekno.kompas.com/read/2013/04/03/09355692/Nick.DAloisio.Remaja.17.Tahun.Pencipta.Aplikasi.Rp.290.Miliar?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp

Kamis, 16 Februari 2012

Monitor merek di Twitter

Internet mempermudah pebisnis untuk mengembangkan usahanya. Media sosial yang semakin banyak memberikan pilihan tersendiri bagi pebisnis. Melalui merek dagang, mereka berharap mampu menarik konsumen. Semakin banyak konsumen membicarakan semakin kuat magnet merek tersebut.
 
Salah satu media sosial yang sering dijangkau masyarakat adalah twitter. pertanyaannya adalah pernahkah kita mengukur atau memantau seberapa dalam merek dagang kita dibicarakan? bagaimana tanggapan masyarakat tentang merek kita? positif atau negatif?

Bagaimanapun tanggapan itu, kita perlu mendengar dan memantaunya. hal ini dapat menjadi informasi penting dalam membuat keputusan.  Cara memantaunya tidak harus masuk ke Twitter 

Berikut adalah lima alat yang dapat anda gunakan:

Manfaat internet untuk bisnis semakin besar. Penguatan merek terjadi di media sosial. Konsumen juga semakin menyukai diskusi dalam jaringan (online).
Namun, apakah anda harus hadir setiap ada  perbincangan merek anda di media sosial seperti Twitter? Bahkan jika Anda tidak ingin terlibatpun, Anda tetap harus memantau merek Anda setidaknya untuk melihat apa yang mereka katakan tentang merek Anda, apakah itu baik atau buruk.
Setelah Anda melihat percakapan, Anda dapat men-tweak pesan Anda untuk merespon, atau menyimpulkan bahkan Anda harus mempertimbangkan kembali untuk berpartisipasi.
Anda perlu untuk mendengarkan percakapan di sekitar merek Anda sebagai informasi untuk membuat keputusan, tetapi Anda tidak harus di Twitter untuk memantau percakapan-percakapan tersebut.
Berikut adalah lima alat yang dapat anda gunakan:
Cara kerja alat ini sama seperti Google Alerts. Anda akan dikirimkan email setiap hari untuk memantau merek anda. jika berminat, Anda dapat mendaftar dengan Google atau account Twitter.
Monitter memungkinkan Anda untuk memonitor satu set kata kunci di Twitter, tetapi Anda juga dapat mempersempit pencarian ke lokasi geografis tertentu. Monitter menampilkan hasil dalam aliran real-time.
Twitter search memungkinkan Anda untuk mencari komentar tentang produk, layanan di Twitter. Anda tidak memerlukan akun Twitter untuk menggunakannya.
Cara kerja Twendz mirip dengan Twitter search, tetapi juga menyoroti tema percakapan dan menambah sentimen pengguna.

Sudahkah ANda memonitor merek Anda di twitter?

Sumber : http://blog.bursamuslim.com